• EXPRESIQU
  • Rame ing Gawe sepi ing Pamrih

Tiga Kunci Keberhasilan SEFT

Tiga Kunci Keberhasilan SEFT

Ada 3 hal yang harus kita perhatikan agar SEFT yang kita lakukan efektif. Tiga hal ini harus kita lakukan selama proses terapi, mulai dari set- up, tune-in, hingga Tapping. Dari pengalaman saya (Ahmad Faiz, Penemu SEFT) dengan ratusan klien, penyebab utama kegagalan terapi adalah mengabaikan salah satu atau ketiga hal ini. Ketiga hal itu adalah :Khusyu’, Ikhlas dan Pasrah.

1. Khusyu’

aSelama melakukan terapi, khususnya saat set up, kita harus konsentrasi, atau khusyu’. Pusatkan pikiran kita pada saat melakukan Set-up (berdoa) pada “Sang Maha Penyembuh”, berdoalah dengan penuh kerendah-hatian. Salah satu penyebab tidak terkabulnya do’a adalah karena kita tidak khusyu’, hati dan pikiran kita tidak ikut hadir saat berdoa, alias berdoa hanya di mulut saja, tidak sepenuh hati. Jadi hilangkan pikiran lain, konsentrasi pada kata-kata yang kita ucapkan saat melakukan set-up.

2. Ikhlas

Ikhlas artinya ridho atau menerima rasa sakit kita (baik fisik maupun emosi) dengan sepenuh hati. Ikhlas artinya tidak mengeluh, tidak komplain atas musibah yang sedang kita terima. Yang membuat kita mungkin sakit adalah karena kita tidak mau menerima dengan ikhlas rasa sakit atau masalah yang sedang kita hadapi itu. Ikhlas ini pula yang membuat s akit apapun yang kita alami menjadi sarana menyucikan diri dari doas dan kesalahan yang pernah kita lakukan.

“Wong sakit kok disuruh ikhlas, saya ini pengen sembuh”, begitu respons salah satu peserta training saya. Maka seperti yang saya prediksi, dia sulit sekali sembuh walaupun mayoritas peserta lain dalam sekejab hilang rasa sakitnya saat melakukan SEFT. Inilah paradoks penyakit (Pain Paradox), semakin kita berontak, semakin senang ia menghinggapi kita. Semakin kita ikhlas menerimanya, semakin cepat ia pergi. Jadi, ikhlaskan hati anda, maka rasa sakit anda akan pergi, kalaupun ia tak kunjung pergi juga, At Least sakit itu dapat menjadi berkah penebus dosa, penambah pahala.

3. Pasrah

Pasrah bukan berarti tidak berusaha, Pasrah adalah sebuah kondisi jiwa bahwa kita menyerahkan diri kita kepada Allah SWT, tentu saja dibarengi dengan semangat juang dan usaha pantang menyerah. Pasrah memberikan ketenangan jiwa dan kedamaian pikiran, karena kita yakin bahwa segala permasalahan kita ada dalam genggaman-Nya.

Dan bagi orang yang pasrah, Allah akan mengambil alih masalahnya. Dia sendiri yang akan turun tangan untuk menyelesaikan permasalahan orang tersebut.

Seperti Nabi Ibrahim yang berdoa “Cukuplah Allah sebagai penolongku” maka jadi dinginlah api yang hendak membakarnya, atau Nabi Musa yang berdoa “Dan aku serahkan masalahku pada Allah, sesungguhnya Ia Maha Melihat segala urusan hamba-Nya”.

Allah-pun berpesan, “Dan jika telah kau bulatkan tekadmu, maka selanjutnya, pasrahkan kepada Allah SWT, sesungguhnya ia mencintai orang yang berpasrah diri”, dan “(Katakan) dengan rahmat dan karunia Allah hendaklah kamu berbahagia, karena Rahmat dan karunia- Nya lebih baik dari semua yang kamu usahakan”.

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Cara Melakukan SEFT

Cara Melakukan SEFT Di bawah ini saya sertakan Prosedure SEFT secara tertulis, hal ini penting sebelum anda melihat video EFT, karena akan meningkatkan pemahaman anda mengenai SEFT. Na

23/10/2024 20:05 - Oleh Administrator - Dilihat 9 kali